Polisi di Kota Tangerang saat ini sedang menyelidiki kasus menghilangnya seorang siswi berinisial MG berusia 16 tahun selama sepekan terakhir. Penghilangan ini telah dilaporkan oleh ibunya ke Polres Metro Tangerang dengan nomor register LP/B/1737/XI/2025/PMJ/Restro Tng Kota pada 6 November 2025.
Dalam laporan tersebut, terdapat dugaan bahwa MG dibawa pergi tanpa izin orang tuanya, yang mungkin melanggar Pasal 332 KUHP. Pengacara ibunya menekankan pentingnya penegakan hukum dalam kasus ini agar pelaku yang bertanggung jawab dapat diusut dan diadili dengan tegas.
Kepolisian, menurut keterangan resmi, telah melakukan serangkaian tindakan untuk mendapatkan bukti dan informasi lebih lanjut mengenai kasus hilangnya MG. Mereka berfokus pada penyelidikan intensif untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan apakah terdapat unsur pidana dalam kasus ini.
Proses Penyidikan dan Pencarian Korban
Setelah laporan diterima, petugas dari Unit 6 PPA Satreskrim Polres Metro Tangerang langsung bergerak cepat. Mereka mulai dengan melakukan penyelidikan untuk menemukan jejak keberadaan MG yang hilang.
Dari hasil penelusuran awal, diketahui bahwa MG sempat menginap di sebuah hotel di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Penyelidik kemudian menggunakan rekaman CCTV untuk mengikuti jejaknya, yang menunjukkan bahwa ia meninggalkan hotel dengan menggunakan ojek online ke lokasi lain.
Setelah melakukan pencarian di daerah yang dituju, tim akhirnya berhasil menemukan MG di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, dalam keadaan duduk seorang diri. Ini menjadi momen penting bagi pihak kepolisian dan keluarga, karena upaya pencarian yang intens akhirnya membuahkan hasil.
Keberhasilan Pihak Kepolisian dalam Menemukan Korban
Pada Rabu, 12 November, MG ditemukan setelah upaya pencarian yang menegangkan. Pihak kepolisian kemudian membawanya ke Mapolres untuk memberikan dukungan psikologis dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Polres Metro Tangerang, Kombes Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan menemukan MG dan menghargai kerja sama antara tim di lapangan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kecepatan dalam merespon setiap laporan hilangnya orang.
Proses penanganan yang dilakukan juga meliputi visum et repertum untuk memastikan kondisi fisik MG serta membantu melakukan pendampingan psikologis agar ia dapat pulih dengan baik. Masyarakat pun diimbau untuk lebih aktif dalam menjaga orang-orang terdekat dari kemungkinan bahaya.
Pentingnya Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Melindungi Anak
Kombes Jauhari juga menekankan perlunya perhatian lebih dari keluarga untuk memantau aktivitas anak-anak mereka. Hal ini terutama di era digital saat ini, di mana eksploitasi anak dapat terjadi dengan mudah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam pesannya, ia meminta orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka, baik di lingkungan nyata maupun dunia maya. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Penting juga bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekitar mereka. Dengan saling menjaga dan melapor jika ada hal yang mencurigakan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk anak-anak.